“Dalam rangka meningkatkan kinerja demi memberikan pelayanan yang terbaik, maka kami akan melakukan perawatan terhadap mesin pembangkit kami, dan kekurangan daya atas masa perawatan tersebut akan dilakukan pemadaman secara bergilir”.
Mungkin kurang lebih seperti itulah pengumuman yang diberikan PLN disaat mau menggilir untuk mematikan listriknya. Disini tempat kami Kalimantan Selatan yang ibukotanya propinsinya bernama Banjarmasin, yang diseluruh dunia tahu bahwa disini adalah salah satu penghasil batubara terbesar sering mati lampu. Alasannya sich beragam aja dan siapa yang dipersalahkan ya sama-sama cari siapa yang bisa dipersalahkan. Mungkin dari pihak PLN bilang bahwa memang masanya untuk dilakukan perawatan. Tapi dalam masa perawatan kekurangan daya listriknya mau sewa genset dari pemprop, tapi gak dijinkan. Dari pihaknya pemprop katanya gak dijinkan oleh mendagri. Terus rakyatlah yang dijadikan kambing gulingnya…
“DAERAH PENGHASIL ENERGI TAPI MISKIN ENERGI”. Mungkin itulah yang cocok diungkapkan untuk Kalsel ini. Padahal waktu masih sekolah di SMP kita kan pernah diajarin UUD ‘45 yang salah satu isinya menyebutkan bahwa semua kekayaan alam yang ada dibumi, air dan udara adalah milik negara dan nantinya akan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat, bukan untuk dikorupsi para pejabatnya. Dan bukan juga untuk digunakan untuk sebagaian golongan saja. Ingat ! , negara ini emang punya siapa, siapa yang memilih untuk jadi pemimpin, kalo masih punya otak dan masih percaya adanya Tuhan mbok ya sadar, didunia ini paling hidup paling lama berapa tahun, dalam waktu yang singkat itu mbok ya jangan bikin susah orang, ingat diakhirat……,ingat hari pembalasan…
No Comments Yet
No comments yet.
Comments RSS TrackBack Identifier URI
Leave a comment
